Cara BUMG Matang Raya Jambo Aye Berdayakan Ekonomi Keluarga Miskin

Aceh Utara- Kamis 23/07/2020
Salah satu terobosan Pemerintahan Desa(Pemdes)  Matang Raya Kecamatan Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, dalam usaha mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui program BUMG(Badan Usaha Milik Gampong), "INGIN BERKEMBANG"

Kehidupan masyarakat Desa/Gampong Matang Raya sebagian besar masih berada di bawah garis kemiskinan, dengan sumber ekonomi masyarakat mayoritas bergantung sektor pertanian, 80 persen pekerjaan masyarakat petani, bahkan kondisi rumah masyarakat 50 persen tidak layak huni.

Kondisi ini menjadi dasar pemikiran dan "PR " Geuchik Muarrif, untuk melakukan perubahan dengan bersama-sama stakeholder dari unsur  perangkat desa, Tuha Peut, tokoh masyarakat, dan unsur lain nya, agar secara perlahan masyarakat Matang Raya bangkit dan keluar dari jeratan kemiskinan.

Penguatan BUMG salah satu segmen dalam upaya mensejahterakan masyarakat miskin Desa Matang Raya.

Sejak dibentuk BUMG tahun 2018, penyertaan modal sudah mencapai Rp 450,000,000 bersumber Dana Desa Tahun 2019/2020, kini BUMG di bawah pengelolaan Zulfikar Arifin, cs. bergerak dibidang usaha pertanian

Geuchik Muarrif kepada media ini  mengatakan BUMG "Ingin Berkembang"sejak tahun 2019 kita gunakan untuk menggadaikan tanah sawah, dimana lahan sawah tersebut diserahkan kepada keluarga miskin yang menggarapnya.

Dari luas 8 ha lahan sawah yang kita gadaikan semuanya kita berikan pengelolaan nya kepada keluarga miskin, terutama yang tidak meiliki lahan sawah, ada 15 keluarga miskin yang menggarap tanah tersebut, dengan luas lahan bervariasi.

Untuk keluarga miskin yang tidak memiliki lahan sedikitpun kita berikan seluas 2500 m, sedangkan yang punya sedikit lahan sendiri kita bantu seluas 1.250 m, sebut Muarrif.

Program usaha ini, disamping berkembang asset untuk BUMG juga bisa bermanfaat untuk keluarga miskin

Kita berharap dengan program tersebut keluarga miskin di desanya bisa menopang ekonomi keluarga, terutama untuk kebutuhan hidup.
 
Disamping itu juga kita membutuhkan bantuan rumah layak huni, mengingat cukup banyak rumah warganya yang tidak layak huni, bila menggunakan anggaran dana desa jelas tidak cukup, paling tertampung dalam setahun cuma.3 unit, ujar Muarrif.(***)

Post a comment

0 Comments