Mengungkap Kesurupan Massal "Masyru'k" di Sekolah dan Dayah

Kesurupan massal (kerasukan jin) kerap kali terjadi di tempat-tempat pendidikan seperti sekolah, kampus dan dayah-dayah, akibat terjadi kesurupan telah mengganggu aktivitas belajar dan kenyamanan siswa dan santri dalam menimba ilmu.

Tejadi nya kesurupan massal atau lebih dikenal dalam bahasa Aceh "Masyru'k " bukan hanya sekali dua kali, tapi kesurupan terhadap siswa atau santri hampir setiap hari, atau berualang kali, bahkan dampak siswa atau santri sering mengalami keserupan terpaksa harus di bawa pulang ke rumah atau memindahkan kesekolah atau dayah lain yang lebih nyaman.

Bila dilihat dari fonomena kesurupan ini lebih cendrung banyak terjadi di dayah/pesantren di bandingkan di rumah sekolah, sebab di dayah lebih banyak kegiatan atau aktivitas pada malam hari, dimana eksistensi makhluk jin pada malam hari.

Lalu kenapa terjadi kesurupan,  yang pastinya setiap akibat ada sebabnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadi kesurupan massal, salah satu nya adalah terusik makhluk jin dengan kehadiran bangunan sekolah atau bangunan dayah.

Ada kemungkinan sebelum dibangun gedung sekolah atau pesantren didaerah tersebut terdapat keberadaan makhluk jin atau kerajaan jin.

Sehingga dengan dikehadiran manusia dengan jumlah yang ramai , sangat marahndan mengusik kehidupan mereka, sebagaimana kita ketahui kehidupan manusia dan jin hidup berdamping hanya dimensi alam yang berbeda.

Disamping kehadiran manusia dengan jumlah yang banyak ditambah lagi dengan kegiatan keagamaan, suara azan, orang berzikir, baca al-quran, bershalawat membuat tubuh makhluk jin panas dan sangat mengganggu.

Karena kehidupan mereka telah terusik, sehingga makhluk jin ini balik mengganggu manusia, dimana sasarannyang dirasukinya manusia  jiwanya lemah seperti kaum perempuan, dan mengalami kosong pikiran.

Makanya kebanyakan yang dirasuki oleh jin adalah kaum perempuan, karena jiwanya lemah, sedangkan laki-laki memiliki karakter keras dan jiwanya lebih kuat dibandingkan dengan wanita, sehingga sulit bagi makhluk halus ini menguasai kaum pria.

Apalagi saat dibangun gedung sekolah atau dayah, tanpa menghargai mereka, seperti meminta izin atau permisi kepada mereka, seolah-olah manusia ini tidak menghormati keberadaan mereka, sehingga mereka ingin menunjukkan eksistensi keberadaan mereka, bahwa tempat tersebut merupakan wilayah kekuasaan kerajaan jin atau ingin mengatakan wilayah tersebut merupakan wilayah hunian mereka.

Lalu bagaimana cara mengatasi agar tidak terjadi kesurupan terus menerus, meskipun mereka kepanasan karena sering dibaca alquran, mendengar suara azan dan lain nya tapi tetap tidak hilang.

Meskipun sangat terganggu dan kepanasan para golongan kerajaan jin ini tetap bertahan, karena tidak mau pindah karena dianggap wilayah tersebut daerah kekuasaan mereka, apalagi mereka mengklaim lebih duluan mereka huni ratusan dan ribuan yang lalu.

Ada beberapa langkah untuk mengatasi kesurupan, pertama melakukan komunikasi dengan pimpinan atau raja jin yang menguasai daerah tersebut, komunikasi dan negosiasi ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang keahlian ilmu kebatinan tingkat tinggi atau para supra natural untuk menggeser kerajaan mereka.

Sedangkan langkah kedua jika langkah pertama gagal, maka dengan menghancurkan kerajaan mereka, atau paling kurang melakukan pemagaran ghaib supaya makhluk jin ini tidak bisa leluasa bergerak.

Terakhir membaca ayat-ayat Al-quran dan zikir secara massal secara berturut-turut agar energi kekuatan mereka lemah, wallahu aklam


Post a comment

0 Comments