Pasangan Laki Suka Laki di Aceh Banyak Terjangkit AIDS.

Aceh, Kamis (16/07/2020)
Lensaaceh.online
Yayasan Permata Aceh Peduli (YPAP) mencatat, terdapat 300 kalangan gay atau pecinta hubungan sesama jenis dengan laki-laki, atau disebut LSL (Laki Suka Laki) terutama di wilayah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Demikian disampaikan Direktur YPAP, Khadir mengatakan, kepada media ini, Rabu 15/07 bahwa kalangan gay tersebut memiliki profesi di berbagai bidang, ada yang bekerja di perbankan, pegawai negeri sipil, guru dan sejumlah sektor lainnya.
.
“Berdasarkan hasil catatan kami, maka ada sekitar 300 kalangan gay yang berada di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, secara umum kalangan gay tersebut masih berusia produktif,” ujar Khaidir,
.
Lanjutnya Khaidir, cara melakukan perhitungan jumlah kalangan gay tersebut yaitu, YPAP  telah beberapa kali melakukan pertemuan dan diketahui satu kalangan gay maka banding empat.

"Bahwa hasil daerah pendampingan pihaknya, maka 32 kalangan gay ditemukan telah terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Dari 32 itu, maka yang tinggal 28 orang lagi, sebut Khaidir.
.
Khaidir menambahkan “Wilayah pendampingan kami yaitu, Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Bireuen, Kabupaten Bener Meriah, Tekengon dan Langsa. Wilayah-wilayah lainnya diperkirakan juga banyak, hanya saja bukan wilayah dampingin kami,” 

Kalangan gay atau pecinta hubungan sesama jenis dengan laki-laki tergolong tinggi di Provinsi Aceh, secara umum usia mereka sangat produktif dan tersebar di beberapa wilayah.

Direktur Yayasan Permata Aceh Peduli (YPAP) Khaidir mengatakan, kalangan gay berpisah dari waria, terdiri dari dua yaitu gay laki-laki dan gay perempuan. Kalau gay laki-laki tidak terpantau karena sama seperti laki-laki biasa.
.
"Kalau yang lebih terlihat itu kalangan gay perempuan, misalkan terlihat sedikit kemayu dan feminim, sementara bagi gay laki-laki tidak terlihat sama sekali, karena sama seperti laki-laki biasa," tutup Khaidir.

"Tingginya penularan HIV/Aids di Aceh harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik Pemerintah, masyarakat dan keluarga," pungkas Khaidir.(Red)

Post a comment

0 Comments