Bola Panas Bimtek Perangkat Desa Aceh Timur Semakin Menyasar Kemana-mana

Ditulis Oleh : Masri,SP (Aktivis Pegiat Sosial) 

Pelaksanaan Bimbingan Teknis(Bimtek) terhadap perangkat Desa di Aceh Timur yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Aparatur Negara(Lempana) selaku Event Organizer(EO) sejak pembukaan Minggu 23 Agustus 2020 mendapatkan sorotan tajam dari berbagai kalangan LSM, Ormas dan aktivis di Aceh Timur.

Bimtek yang bertujuan dasar adalah untuk meningkatkan kapasitas aparatur Pemerintahan Gampong dalam pengelolaan managemen tata kelola birokrasi ditingkat Gampong maupun management pengelolaan keuangan dana desa supaya kedepan lebih baik dan maju, Namun telah berubah menjadi "bola panas" yang mengelinding dan menyasar ke berbagai arah (pihak), baik Keuchik, Apdesi(Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia) dan Lempana tapi menyasar kepada Bupati Aceh Timur, DPRK, DPMG, Kejaksaan, inspektorat dan termasuk insan pers.

Bahkan terakhir ekses polemik Bimtek bukan hanya terjadi demo dari bebrapa pihak LSM/Ormas, tapi berimbas lapor melapor ke pihak berwajib antara Apdesi dan LSM Kana.

Sebelum nya juga beberapa LSM/Ormas melaporkan Lempana selaku EO Bimtek ke Polres, Kejaksaan, Polda, Ombusmen dan Kemendagri, karena diduga pihak Lembana tidak mengatongi izin/rekomendasi dari Pihak Kemendagri.

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan tajam dalam pelaksanaan bimtek tahun 2020, diantaranya menganggap bahwa pelaksanaan Bimtek disinyalir sebuah program titipan yang dipaksakan oleh pihak tertentu dalam menggerogoti dana desa untuk mendapat keuntungan pribadi, dimana aktor/ oknum tertentu ini dicurigai berada dibalik Lempana, hal itu berdasarkan asumsi jumlah anggaran bimtek sangat fantastis capai Rp 5 juta per satu peserta.

Disamping membebani anggaran desa, biaya Rp 5 juta per peserta tidak realistis sehingga adanya indikasi mark up biaya akomodasi peserta Bimtek bila ditaksasi sewa kamar hotel, ATK, Baju, biaya transpotasi kepada peserta.

Kedua Pelaksanaan Bimtek tidak tepat waktu(moment) disaat masyarakat ketakutan dan sedang bergulat melawan wabah pendemi Covid-19, serta anjloknya perekonomian masyarakat, Disamping itu juga kondisi keuangan Desa sangat riskan karena terjadinya recofusing anggaran akibat Covid-19 dimana APBG harus mencoret sejumlah kegiatan strategis di desa harus menggeser anggaran untuk biaya Operasional Tim Relawan Gugus Tugas Covid19 Tingkat Gampong dan alokasi dana untuk BLT(Bantuan Langsung Tunai).
Sehingga Sebagian besar Gampong dana desa tahun 2020 terkuras untuk membiaya Covid dan BLT, akibat nya gaji perangkat desa pun terancam beberapa bulan karena tidak memiliki sisa anggaran untuk membayar gaji perangakat.

Terakhir pelaksanaan Bimtek ditengah pandemi covid-19 sangat kontraproduktif dengan kebijakan Pemerintah Aceh Timur dalam hal ini Tim Gugus Tugas yang begitu massive menerapkan protoker Kesehatan yang sangat ketat kepada masyarakat, sekolah diliburkan tapi bimtek bebas dilaksanakan. ambivelensi dalam kebijakan dalam penerapan prokes  tentu telah menimbul krisis kepercayaan publik, ada apa dengan Pemkab Aceh Timur.

Ini lah salah satu alasan bagi aktivis yang menentang pelaksanaan Bimtek, dan dianggap pihak penegakan hukum, Bupati dan DPRK tidak memiliki krisis responbility(kepekaan) terhadap kondisi sosial dan aspek psikologi.

Jika Bupati selaku kepala daerah memiliki kepekaan sosial seharus nya bisa melihat terhadap dampak sosial yang muncul, dan bisa meminta pendapat dari berbagai pihak bila mengizinkan acara dilaksanakan bagaimana out put dan out came nya. termasuk mampu menganalisa dampak kamtibmas(keamanan dan ketertiban masyarakat).serta dampak sosial, hukum dan politik yang ditimbulkan.

Terjadinya polemik pro dan kontra terhadap Bimtek telah menciptakan situasi yang tidak sehat, dan berdampak pada image kamtibmas yang kurang kondusif di Aceh Timur.

Namun dalan hal polemik ini belum nampak  adanya langkah sigap dari Bupati H.Hasballah M.Thaeb untuk mengatasi  bola panas ini, maka bola panas ini akan terus menggelinding dan menyasar kemana-mana, apalagi akan adanya bimtek tahap berikutnya.


Post a comment

0 Comments