Legalitas Kesatuan Pemuda Gampong Perlu Mendapatkan Perhatian Pemerintah Aceh

Penulis : Masri,SP (Aktivis Pemerhati Sosial Berdomisili di Aceh Timur 

Setiap gampong di Provinsi Aceh ada terbentuk organisasi kepemudaan yang dinamakan Kesatuan Pemuda Gampong(KPG), keberadaan KPG ini suatu bentuk kearifan lokal masyarakat Aceh yang telah dijalankan oleh kalangan pemuda di setiap gampong sejak lama, tujuan pembentukan pemuda gampong adalah sebagai bentuk "Pageu Gampong" atau Pagar Desa, yang menjaga Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), dan membangun solidaritas kebersamaan dengan semangat gotong royong.

Keberadaan KPG ini sangat di segani dan dihormati dalam kalangan masyarakat gampong di Aceh, soalnya dalam proses pembentukan dan pemilihan pengurus KPG ini bukan hanya melibatkan kalangan pemuda/remaja sendiri, tapi ikut dukungan dari pimpinan Gampong seperti Keuchik, Tuha Peut Gampong(TPG) , Imum Gampong, tokoh agama, dan tokoh adat,  tokoh masyarakat, bahkan dalam struktur kepengurusan KPG terlibat unsur pimpinan gampong menjadi pembina begitu juga dengan tokoh masyarakat dari bernagai lintas sektoral menjadi penasehat di dalam nya.

Keterlibatan pimpinan gampong dan tokoh lintas sektoral dalam struktur kepengurusan KPG tentu bukan hanya sekedar formalitas, tapi sebagai bentuk dukungan, partisipative serta menjadi motivative terhadap kepemudaan dalam menjalankan visi misi dan program kerja kepemudaan di gampong.

Banyak kegiatan dan program yang dilakukan oleh KPG yang di latar belakangi kebersamaan, partisipasi dengan semangat gotong royong seperti membantu persiapan acara pesta memasang tenda, teratak, membuat hiasan bahkan pada saat acara pesta dimana KPG ini membantu dibeberapa seksi baik di meja resepsi dan mencuci piring yang kotor.

Selain itu juga dalam hal gotong royong membersihkan lingkungan, halaman masjid, areal kuburan dan gotong royong dalam pembangunan fasilitas umum seperti Masjid, pesantren dan meunasah.

Begitu juga dalam hal kegiatan keagamaan, KPG membuat program mengunjungi/takziah dengan membaca doa pada warga masyarakat yang musibah/meninggal dunia. serta membentuk majelis pengajian anak-anak muda walaupun seminggu sekali.

Disamping itu juga KPG menjadi Pageu Gampong dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam gampong, dari aksi kriminalitas seperti pencurian, perjudian, perbuatan meusuem dan mencegah narkoba, bahkan bila kedapatan masyarakat yang melanggar syariah, dan adat istiadat gampong KPG yang mengeksekusi bagi penanggar dengan hukum adat  gampong, contoh nya bila ada yang kedapatan bermesuem(berzina) selain ditangkap untuk diserahkan kepada orang tua gampong terlebih dahulu diberikan sanksi adat berupa diarak atau dimandikan dengan air comberan.

Karena ketegasan KPG siapapun tamu yang  berkunjung atau datang ke gampong tertentu yang diperhitungkan adalah pemuda, termasuk kontraktor yang melaksanakan proyek, 

Demikian pula dalam berbagai kegiatan kesatuan pemuda dalam bidang  olah raga dan seni, 

Sangat jelas bahwa peran dan eksistensi pemuda di gampong begitu strategis dalam menjalankan tatanan sosial, budaya, dan keamanan di Gampong.

Namun sangat disayangkan sampai hari ini status dan legalitas keberadan KPG belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Aceh maupun  Pemerintah Kabupaten/Kota. selama ini yang yang dibentuk Organisasi Kepemudaan( OKP) di gampong-gampong adalah Karang Taruna. 

Bila dilihat sejarah OKP karang Taruna ini berasal dari Kampung Melayu Jakarta  yang dibentuk pada tahun 1980, itu pun digampong banyak tidak tau dan paham tentang asal asul Karang Taruna maupun Anggaran Dasar/Anggran Rumah Tangga(AD/ART) termasuk visi dan misi dari Karang Taruna, 

Lagi pula azas, visi dan misi Karang Taruna ini tidak cocok dengan etintitas maupun  identitas pemuda  Aceh dengan nilai-nilai kearifan lokalnya.

Seharus nya Pemerintah Aceh baik eksekutif dan legislatif harus memberikan perhatian serius tentang keberadaan KPG, perlu adanya legalitas(payung hukum) yang jelas dan kuat dalam bentuk Qanun Aceh tentang Kesatuan Pemuda Gampong, dimana qanun tersebut mengakui keberadaan kesatuan pemuda gampong sesuai dengan kearifan lokal Aceh, yang mengatur visi, misi dan program kerja sesuai khazanah kepemudaan Aceh baik aspek agama, adat dan budaya, serta membentuk struktur kepengurus yang berjenjang baik tingkat Aceh, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kemukiman dan Gampong.

Wadah OKP Kesatuan Pemuda Gampong ini menjadi sarana advokasi terhadap aspirasi pemuda Gampong dalam memperjuangkan hak-hak kepemudaan Gampong, kedua KPG menjadi sarana menyalurkan bakat kepemudaan,  yang ketiga diakui secara hukum oleh negara sebagai wadah kepemudaaan digampong  yang memiliki legalitas, pembinaan dan alokasi  anggaran yang memadai 

Bukan itu saja, elemen KPG ini bisa terlibat aktif dalam perencanan anggaran dana desa dalam menciptakan dan menentukan arah kebijakan dan pembangun dalam gampong mereka sendiri.

Selanjutnya KPG dapat mengendalikan dan mencegah berbagai penyakit sosial dalam masyarakat, seperti pencurian, narkoba, perbuatan maksiat. kenakalan remaja, Kesadaran dalam mencegah aksi kriminalitas dan kegiatan maksiat didasari keinginan pemuda sendiri dalam membentuk reusam dan keputusan, sehingga pemuda patuh dalam menjalan kan nya, jarang yang berani melanggar ketentuan aturan yang mereka buat sendiri,karena bila kedapatan melanggar mereka sendiri yang bertindak(menghukum) sesuai aturan adat yang telah disepakatinya.

Bila Pemerintah serius melakukan pembinaan terhadap KPG, stabilitas kamtibmas semakin kuat di gampong-gampong, serta memberdayakan pemuda gampong dengan berbagai ketrampilan akan menciptakan pemuda - pemuda kreatif dan produktif baik bidang olah raga, seni, budaya, pendidikan dan maupun bidang ekonomi.

Dengan adanya pemberdayaan dan penguatan kapasitas terhadap kepemudaan, maka melahirkan pemuda kreatif dan tercipta pemuda yang mandiri dan berwawasan.

Pemuda ada adalah harapan bangsa, potensi pemuda adalah kelanjutan estafet kepemimpinan masa depan, maka sangat penting pembinaan generasi muda agar tidak terkontaminasi dengan pengaruh global yang sibuk dengan gatget, judi online maupun narkoba.

Pemuda harus memiliki pengetahuan yang tinggi serta memiliki literasi dan pemuda berkarakter sebagai komponen yang memperkuat semangat nasionalisme untuk masa depan bangsa dan negara.(***)















Post a comment

0 Comments