Alami Masalah Kesehatan, Tiga Balita di Desa Krueng Lingka Langkahan Perlu Perhatian Serius Pemerintah.

Aceh Utara - Tiga balita di Desa/Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara mengalami masalah kesehatan, salah satu nya balita alami gizi buruk, masalah ini membutuhkan penanganan dan perhatian serius dari pemerintah.

Berawal dari informasi yang diperoleh media ini bahwa terdapat seorang balita yang bernama Adriana Azka (7 bulan) mengalami kondisi kesehatan atau kelainan. Sementara dua balita lainnya di desa yang sama dikabarkan diduga mengalami gizi buruk. dan masalah jantung.

Azka ini merupakan anak dari Pasutri (pasangan suami istri) Armia dan Nurlailawati, sejak lahir alergi terhadap ASI, hanya jenis susu BMT Soya yang bisa diminum.

Kepala Puskesmas Simpang Tiga, Ns.Siti Meutia Salihati.S.Kep.M.Kes saat dihubungi media ini mengatakan bahwa dirinya kemarin sudah mendapatkan laporan, hari Jumat 02/10 dan langsung mengecek ke kediaman keluarga balita tersebut, dari analisa pihaknya bahwa balita tersebut mengalami kelainan karena alergi terhadap susu, hanya susu merek BMT Soya yang bisa diminum, jelasnya

Menurut Siti Meutia mengutip  keterangan ibu balita tersebut "ASI sendiri setiap diberikan langsung muntah dan pihaknya sudah meminta untuk dibawa ke rumah sakit untuk perawatan namun pihak keluarga masih mempertimbangkannya.

"Kita sudah cek kemarin memang berdasarkan analisa awal balita tersebut mengalami kelainan, kemungkinan mengalami masalah pada lambung, sehingga alergi terhadap susu, bahkan makanan tambahan lainnya pun susah dikonsumsi, jelas Siti Meutia

"Dan kita sudah sarankan kepada orangtuanya agar dirawat di rumah sakit agar mendapatkan penanganan intensif."

Lanjutnya, sedangkan dua balita lainnya di desa yang sama berdasarkan laporan dari bidan setempat adanya balita yang mengalami gizi buruk bernama Amara Natasya (2 tahun). sedangkan satu lagi Balita lagi Naswa (19 Bulan) merupakan anak seorang bidan, pasien tersebut mempunyai riwayat penyakit jantung dari sejak lahir. Makanya  berat badannya tidak sesuai dengan umur karena tidak ada nafsu makan.

Setiap bulan mereka terus dipantau ke rumah dengan membawa bantuan makanan tambahan baik dari PKM maupun dari dana desa, pungkas Siti Meutia

Sementara Kades/ Geuchik Krueng Lingka, Effendi Noerdin atau yang biasa disapa Geuchik Pen mengatakan dari pihak desa sebelumnya juga telah membantu Balita Adriana Azka sebagai bentuk kepedulian pihaknya, namun hal tersebut tidaklah maksimal dan tentunya perlu penanganan serius lebih lanjut.

"Kami berharap pemerintah Aceh Utara memberikan perhatian khusus terhadap ketiga balita tersebut, bila memang dilimpahkan ke desa akan kewalahan karena keterbatasan dana yang dimiliki, Karena  tidak tertutup kemungkinan ada juga desa-desa yang mengalami hal yang sama," ujarnya. yang juga sebagai Humas Forum Geuchik Langkahan.

"Kalau sekedar roti yang diberikan, mana cukup asupan gizinnya, itupun sebulan sekali", ujar Mantan wartawan ini.(Jamal)

Post a comment

0 Comments