Migas Blok A Blang Nisam dan Hilangnya Asa Masyarakat Aceh Timur

Penemuan sumber migas dalam skala besar di Blok A Blang Nisam Kecamatan Indra Makmur Aceh Timur pada medio tahun 2006-2008 suatu kebanggaan dan harapan besar bagi masyarakat Aceh Timur pada saat itu.

Sumber kekayaan alam jenis minyak dan gas bumi di Aceh Timur adalah sebagai bentuk rahmat dari sang pencipta Allah SWT bagi masyarakat Aceh Timur, dengan harapan besar sumber minyak tersebut akan berdampak pada kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Aceh Timur, kenapa tidak minyak yang terkandung dalam perut bumi tersebut berada di daerah Aceh Timur tidak akan habis nya, ketika sumber minyak yang berada di Kecamatan Ranto Peureulak yang diproduksi oleh PT Pertamina dan Asan Mera telah habis terkurasu, Allah SWT memberikan sumber minyak lain nya yang berada di Kecamatan Indra Makmur dengan jumlah minyak lebih besar dari Ranto Peureulak.

Masyarakat Aceh Timur begitu optimis dan menaruh harapan besar bahwa tidak akan lama lagi kehidupan masyarakat Aceh Timur akan sejahtera dan makmur dengan kekayaan alam yang melimpah ruah. pembangunan infrastruktur semakin meningkat, garis kemiskinan akan turun drastis, pengangguran makin menurun telah tercipta nya lapangan kerja.

Optimisme dan rasa senang masyarakat Aceh Timur begitu sembringah disaat pertama kali saja masuk  PT Medco E&P yang akan mengelola dan mengekplorasi gas bumi di Blok A Blang Nisam telah membangun Rumah Sakit(RS) yang sekarang dinamakan RSZM(Rumah Sakit Zubir Mahmud) yang terletak di Kecamatan Idi Timur sebagai buah tangan dari perusahaan milik Arifin Ponogoro.

Selanjut nya banyak masyarakat pemilik lahan yang terkena pembayaran pembebasan tanah yang sebagian besar warga yang berdomisili di Kecamatan Indra Makmur kaya mendadak, ada pemilik lahan mendapatkan pembayaran tanah capai miliyaran.

Begitu juga hal nya sejak awal kehadiran Medco banyak mantan kombatan GAM yang menjadi Sekuriti untuk menjaga keamanan saat PT Medco mulai membangun tempat produksi maupun fasilitas lain nya.

Harapan masyarakat lebih kuat lagi dikala Presiden Ir.Joko Widodo mengesahkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2015 Tentang pengelolaan Sumber Daya  Alam  Minyak dan Gas sebagai implimentasi  MoU Helsinki dan turunan Undan-undang Nomor 11 tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh.  dimana Pemerintah Aceh mendapatkan bagian 30 persen keuntungan dari hasil produksi migas.

Namun setelah beberapa tahun berjalan, PT Medco melakukan kegiatan produksi mengeruk gas bumi dalam perut bumi Aceh Timur, secara lambat laun harapan dan optimisme masyarakat mulai terkikis pelan-pelan, soal nya apa yang dibayangkan oleh masyarakat Aceh Timur dulu, tidak seindah kenyataan yang mereka lihat dan rasakan saat ini.

Pembangunan Infrastruktur, perekonomian dan lapangan kerja sebagai dampak sumber kekayaan alam berupa gas bumi yang diproduksi oleh PT Medco, jauh panggang dari api. jangankan berdampak pada lingkup wilayah Kabupaten Aceh Timur, di Kecamatan Indra Makmur sendiri sebagai daerah pusat ekplorasi dan ekploitasi migas saja kondisi pembangunan dan masyarakat sangat miris.

Potret kehidupan masyarakat Indra Makmur yang dapat kita lihat secara langsung dan nyata sebagai kawasan zona ekplorasi migas, kondisi jalan vital yang menghubungkan akses jalan antar Kecamatan saja lebih parah rusak dibandingkan Kecamatan yang tidak memiliki kekayaan alam sehebat Kecamatan Indra Makmur.

Begitu juga kondisi ekonomi masyarakat disekitar biasa -biasa saja sama sebelum hadir nya PT.Medco. sangat jauh berbeda dengan masyarakat yang tinggal di sekitar PT Arun LGN di Lhokseumawe, yang terkenal dengan petro dollar, dimana masyarakat setempat cipratan anugerah kekayaan alam, minimal para pedagang lokal.

Pedagang yang berada di sekitaran lokasi  operasi menikmati dan merasakan dampak manfaat secara langsung dimana karyawan perusahaan tersebut berbelanja dan singgah di toko/warung masyarakat setempat, mereka ada membeli barang dengan menggunakan uang dollar, tidak demikian dengan pemandangan lokasi operasi di Blang Nisam masyarakat disitu tidak ada yang berubah, tidak ada ciptratan manfaat dari kehadiran karyawan yang bekerja di PT Medco tersebut.

Dulu masyarakat  berpikir jangan kan Kecamatan Indra Makmur yang akan maju dan berdampak manfaat dari kehadiran Medco, Kuta Binjei Kecamatan Julok di prediksikan akan berubah seperti kota petro dollar seperti di Alami masyarakat lingkar PT Arun LNG.

Keadaan ini akan berubah dan asa masyarakat akan terwujud kembali sesuai anggapan dan  harapan dulu , mungkin waktu yang akan menjawab, mungkin dampak perubahan tersebut hanya dibatasi oleh waktu yang masih premature, mungkin dalam 10 atau 20 tahun yang akan datang, akan adanya perubahan Indra Makmur akan menjadi "Kota Petro Euro", mengalahkan Kota petro dollar dulu di Lhok Seumawe. wallahu aklam


Penulis : Masri,SP (Aktivis Pegiat Sosial Berdomisili di Aceh Timur)

Post a Comment

Previous Post Next Post