Sosok Muda Pimpin Dayah Yang Selalu Kedepankan Kebersamaan

Nama lengkapnya Muhsin Bin Ibrahim(29), hari-hari panggilan akrabnya  Waled Muhsin, seorang pimpinan Dayah/Yayasan yang masih tergolong sangat muda, sejak meninggal mendiang almarhum ayah nya Abi Ibrahim tahun 2010, pendiri sekaligus pimpinan Dayah Baitul Huda Al-Aziziyah yang terletak di Desa/Gampong Paya Naden Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur, maka kepemimpinan dayah/yayasan dilanjutkan oleh waled Muhsin,  saat itu masih berusia 21 tahun.

Alumni Mudi Mesra Samalanga ini(2004-2010) harus melanjutkan estafet kepimpinan ayahanda nya untuk kelangsungan pendidikan dan pengajian di dayah, sambil memimpin dayah waled muda ini belajar mendalami ilmu agama di Dayah Malikussaleh Panton Labu dibawah pimpinan Alm Abu Ibrahim Bardan selama 4 tahun(2010-2014).

Kini menjelang 11 tahun mengelola Dayah/yayasan dengan jumlah  sebanyak 220 santriwan/wati berjalan lancar tidak ada kendala yang berarti, bahkan Dayah tersebut masuk sebagai Tipe B berdasarkan verifikasi Badan Pendidikan Dayah Provinsi Aceh.

Ketika ditanya apa kendala atau kiat menjalankan dan mengelola Dayah, Waled Muchsin menjawab dengan santai sepanjang kita mengelola dan menjalan kan sesuatu dengan ikhlas dan saling terbuka serta membangun kebersamaan dengan dewan guru, dengan sendirinya semua masalah dapat kita selesaikan dengan mudah, bahkan bila tercipta nya kebersamaan ide dan gagasan akan datang dengan sendirinya, kata Waled sambil minum kopi disebuah cafe perbatasan Aceh Timur -Aceh Utara minggu lalu.

Pria berkaca mata ini yang telah mempunyai dua putra dan satu putri mengungkapkan bahwa dirinya dibantu ummi dan dewan guru terus merintis untuk meningkatkan pendidikan dayah lebih baik juga mengembangkan berbagai usaha sebagai aset dan pendapatan sumber keuangan.

Alhamdulillah telah memiliki beberapa jenis unit usaha yang dikembangkan di dayah diantaranya pendirian koperasi pesantren(Kopentren), memiliki lahan kelapa sawit seluas 2 hektar yang sudah mulai produksi, menggarap lahan sawah seluas 2 hektar,  usaha Air minum(RO), Toko Kitab, Toko Kelontong, Olshop online dan kini sedang merintis usaha budidaya ikan tawar, sebut Waled Muhsin

Bahkan kami saat ini sedang menjejaki kerja sama dengan salah satu PKBM untuk membuka usaha belajar/melatih menjahit untuk dewan guru dan santri

Melalui berbagai jenis usaha tersebut, salah satu cara meningkatkan kesejahtraan dan usaha sampingan dewan guru serta  menciptakan kreativitas terhadap santri, jelas Waled.

Semua ini yang kami lakukan berawal dari kebersamaan, karena dengan kebersamaan akan melahirkan gagasan lain nya baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan maupun dalam membuka usaha/asset dayah, tutur Waled.(tim)

Post a Comment

Previous Post Next Post