Iblis dan Pengikutnya Paling Benci Terhadap Ulama, Ini Alasan nya

Foto : Ilustrasi sosok raja iblis

Kenapa Iblis beserta saudaranya Dajjal sangat membenci terhadap Ulama, karena disamping Ulama sebagai warisatul Ambiya(pewaris nabi) yang meneruskan ajaran islam kepada ummat yang dibawa oleh baginda Rasulullah Muhammad SAW, juga ulama menjadi penghalang besar bagi iblis untuk menjerumuskan manusia pada kesesatan.

Salah satu kesulitan bagi bangsa iblis dan dajjal beserta pengikut nya   menembus keimanan ulama, karena ulama sosok yang sangat dekat dengan sang Pencipta Allah SWT. 

Ada perisai kekuatan hikmah yang sangat kuat membentengi keimanan para ulama, yang dibantu oleh para malaikat, jin muslim sebagai perantara Sang Pencipta, jangan kan menembus keimanan nya mendekati saja sangat sulit, tubuh iblis bisa panas atau terbakar, di tubuh ulama di kelilingi benteng cahaya kekuatan amalan ibadah  zikir dan bacaan Alquran yang menjadi makanan nya setiap detik.

Untuk menggoda manusia biasa nya yang tidak pernah meninggalkan ibadah, iblis harus bertapa ratusan tahun untuk mengumpulkan kekuatan  ilmu kesaktiannya, itupun belum tentu berhasil apalagi ingin menggoda ulama.

Ulama menjadi sosok penghalang berat bagi bangsa iblis dan dajjal bagi misi utama nya untuk menjerumuskan manusia supaya ingkar kepada perintah Allah SWT, sebagai janji para iblis pada saat Allah SWT mengeluarkan mereka dalam syurga karena tidak mau tunduk pada Nabi Adam As.

Bermacam cara dan trik iblis untuk menyesatkan manusia, agar bertambah pengikutnya nanti di dalam neraka, jika tidak mampu menembus oleh kekuatan mereka sendri, salah satu tipu daya dengan cara memanfaatkan manusia yang telah menjadi pengikut dan budak nya untuk menghancurkan ulama.

Melalui perantara manusia yang telah bersekutu dengan iblis atau makhluk jin, untuk menjatuhkan ulama, dengan bermacam rekayasa dan tipu daya termasuk menerbarkan fitnah kepada ulama, semakin tinggi derajat ulama semakin profesional raja iblis mengirim utusan nya untuk goda ulama.

Iblis menguasai manusia dengan cara menguasai dan mengendalikan hati dan pikiran, bila iblis sudah mampu menguasai pikiran dan hati maka manusia tersebut telah mampu ditundukkan menjadi budak iblis pengikutnya, sehingga manusia yang dikuasi oleh iblis, prilaku, lisan dan sama seperti watak iblis yang sangat membenci terhadap agama, ulama dan ummat islam yang taat beribadah.

Jika Manusia sudah dirasuki oleh iblis dalam alam pikiran, hati fan darah maka setiap kebaikan akan dibencinya, sebalik nya kejahatan dan kemaksiatan akan didukung nya, sebuah kesenangan dan kemenangan bagi iblis jika sudah mampu menaklukkan manusia menjadi pengikut dan sekutu nya. inilah yang di katakan syetan, dimana syetan dalam bentuk wujud manusia.

Sehingga Rasulullah menganjurkan untuk selalu membaca doa agar terlindungi dari godaan syeitan yang nyata yaitu manusia yang telah berubah watak syetan pengikut iblis.

Kapanikan Iblis dan sekutunya jika para ulama gencar berdakwah, mengajarkan ilmu agama, mengarahkan manusia pada jalan kebenaran, menggelar majelis taklim, karema media dakwah, pengajian dan majelis taklim akan memperkokoh keimanan umat, timbulnya kesadaran dan penyesalan untuk bertaubat terhadap dosa.

Iblis bukan hanya menyasar manusia miskin, manusia awam tapi misi iblis juga menyasar manusia intelektual, pejabat pemerintah, pemimpin negara, anggota parlemen, camat, kepala desa, sehingga bila mampu mengusai manusia berilmu, manusia yang punya jabatan akan digiring dan mengarahkan alam pikiran untuk membenci kebenaran dan keadilan, untuk menghambat amal makruf dan mendukung mungkar.

Melalui kebijakan dan keputusan pejabat seeta pemimpin akan memudahkan menghalangi kebenaran,  kebaikan dan kedamaian dan benci terhadap orang -orang yang menghalangi misi kejahatan nya.(***)








Post a comment

0 Comments