Muzakir Manaf Angkat Khairunnisak Ketua Pasukan Inoeng Balee Aceh.

Foto : Ketua Pasukan Inoeng Balee Aceh ,Khairunnisak,SE.

Banda Aceh - Senin (30/11/2020)
Lensaaceh.online
Wanita asal Bireun kelahiran 1981 Khairunnisak, SE diangkat atau terpilih sebagai Ketua Pasukan Inoeng Balee Komando Pusat, pengangkatan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Komite Peralihan Aceh(Aceh)nomor  06/X/2020 yang tanda tangani Muzakir Manaf yang juga Ketua DPA Partai Aceh.

Nisah panggilan sapaan akrab Khairunnisak saat ini menjabat sebagai Ketua Monev BRA Provinsi Aceh, sejak 29/10 diangkat oleh Ketua KPA Muallem panggilan akrab Muzakir Manaf, Pasukan Inoeng Balee ini merupakan sebuah organisasi yang menaungi para mantan pasukan inoeng Balee (Askarimah) yang ikut mengangkat senjata berjuang semasa konflik, serta para perempuan lain nya yang suami nya  kombatan GAM yang meninggal karena imbas konflik.

Kepada media Ini Nisah mengatakan "kedepan dirinya akan menyatukan seluruh mantan pasukan inoeng balee diseluruh Aceh untuk berhimpun dalam satu wadah barisan ini, selain berperan untuk memperkuat perdamaian Aceh sesuai MoU Helsingki antara RI-GAM, juga akan menyusun program pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka yang akan kita usulkan kepada Pemerintah.

"Insha Allah setelah dilantik nanti nya sebagai program jangka pendek, saya akan membentuk pengurus di setiap Kabupaten/Kota di Aceh, supaya semua mantan pasukan inoeng balee terarah dan seluruhnya terdata, ujar Nisah, 

Ia juga  mengharapkan dukungan semua pihak terutama kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh untuk lebih peduli nasib perempuan Aceh yang terimbas konflik termasuk mantan pasukan inoeng balee.

Banyak perempuan  Aceh yang mengalami korban semasa  konflik belum mendapat perhatian dari Pemerintah, maka sangat mengharapkan adanya program dari Pemerintah Pusat untuk pemberdayaan ekonomi terhadap perempuan Aceh yang korban konflik, Khairunnisa.

Dirinya juga  menceritakan pengalaman nya sejak masuk menjadi pasukan GAM tahun 1998 ikut bergerilya dan berjuang bersama rekan-rekan nya yang lain, bahkan putri pertamanya  yang  lahir ditengah hutan tahun 2002 saat menjadi buronan pasukan TNI/Polri dari tahun 2001, 

Saya waktu itu juga menjadi muallim yang melatih pasukan inoeng balee, terangnya.

Pasca Aceh damai tahun 2005, dirinya menghabiskan waktu aktif diberbagai organisasi perempuan dan NGO, diantaranya aktif di Liga Inoeng Aceh(LINA), Balai Sura, Lembaga Inoeng Aceh Batee Iliek(LIAB), Kopwan Putroe Jeumpa, Yayasan Perempuan Aceh(YPA) dan Kopwan Cut Nyak Dhien.

Tahun 2007 Nisah dipercayakan sebagai Panglima pasukan Inoeng Balee Wilayah Batee Iliek,

Selanjutnya Nisah bekerja di UNDP(Unit Nation Development Program) dan Korbid Ekonomi BRA Kabupaten Bireun.(***)



Post a Comment

Previous Post Next Post