Tulisan Dwi Chandra Bahwa Aceh Timur Belum Butuh Universitas Jangan Terjebak Pemikiran Sempit

Aceh Timur - Membaca opini yang ditulis saudara Dwi Chandra Pranata,S.Psi yang dimuat di Media Radarnews. edisi Selasa (11/11/2020) yang berjudul Aceh Timur Belum Butuh Universitas" bahwa menurut Dwi Chandra Pranata Aceh Timur hari ini tidak butuh Universitas, karena yang sedang dibutuhkan Aceh Timur adalah kualitas dari para pemangku kebijakan untuk membangun sumber daya manusianya. Pemikiran ini sangat paradoks dengan keinginan dan kebutuhan bagi masyarakat Aceh Timur sendiri dan pemikiran nya yang disampaikan tanpa memiliki literasi yang kuat.

Dalam rencana pendirian Perguruan Tinggi di Aceh Timur jangan terkoptasi pada pemikiran sempit dan parsial karena ini program jangka panjang.

Pendapatnya menunjukkan dia tidak paham terhadap dasar pemikiran, tujuan dan subtansi rencana pembangun pendirian universitas/perguruan tinggi yang gagas oleh lintas tokoh dan sektoral di Aceh Timur baru-baru ini.

Dari opini dan argumentasi yang dibangun menunjukkan cara pandang nya sangat sempit dan salah jep ubat (salah minum obat), pun demikian kita hargai perbedaan sudut pandangnya.

Dasar pemikiran dan gagasan untuk berdirinya universitas atau perguruan tinggi di Aceh Timur bukan hanya didasari keinginan, tapi sebuah kebutuhan, banyak pelajar tamatan SLTA sederajat di Aceh Timur tak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi orang tuanya tak mampu mengkuliahkan anak nya jangan ke luar Aceh ke Langsa saja tidak mampu, mungkin berbeda dengan Dwi Chandra Pranata lebih beruntung orang tua nya mampu mengkuliahkan nya sampai ke Jogjakarta.

Selain itu dulu  Kota Langsa dan Aceh Tamiang sebelum mekar dari Aceh Timur memiliki dua Universitas kebanggaan masyarakat Aceh Timur yaitu Unsam dan IAIN Cot Kala, kedua-keduanya sudah status negeri serta sudah menjadi milik Kota Langsa. sebagai Kabupaten Induk, masyarakat Aceh Timur tentu punya obsesi dan keingin berdirinya Universitas/Perguruan Tinggi yang representatif sebagai icon sebuah kabupaten yang besar, serta memiliki kekayaan potensi sumber daya alam dan kaya sumber daya manusianya. 

Selanjutnya kehadiran Perguruan tinggi di daerah sebagai bentuk upaya peningkatan pendidikan dan membuka lapangan kerja lebih luas.dan  berdirinya perguruan tinggi yang baru bukan sebuah ancaman bagi beberapa perguruan/fakultas yang telah dibuka/hadir di Aceh Timur, tapi masing-masing akan lebih meningkatkan kualitas karena dengan sendiri terjadi berlomba-lomba bersaing antar lembaga perguruan tinggi yang ada.

Jadi saran saya sebelum menilai dan memberikan argumen nya, pahami dulu subtansi nya, agar tidak terjadi pada pola pikir sempit.



Ditulis oleh : Masri, SP (Aktivis Sosial) Berdomisili di Aceh Timur.

Post a comment

0 Comments