Pasca Banjir, Ekonomi Masyarakat Kian Terpuruk, Bantuan Sangat Terbatas

Oleh : Masri (Aktivis Sosial berdomisili di Aceh Timur.

Setelah terpuruk ekonomi akibat dampak pandemi covid-19 sejak april tahun 2020, masyarakat Aceh Timur dan Aceh Utara kembali dihantam bencana banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu, hampir semua usaha di sektor pertanian, perikanan dan perkembunan hancur,  kerugian mencapai ratusan juta bahkan milyaran diterjang banjir.

Kini sebagian besar masyarakat kedua Kabupaten garis pantai timur Provinsi Aceh benar-banar ekonomi sangat  terpuruk, sumber usaha mereka sebagian telah hancur, dan harus mulai dari nol kembali, kondisi ini tentu berdampak pada nilai daya beli masyarakat, terhadap sektor usaha lain nya, terutama lesu nya usaha pedagang di pasar-pasar tradisional.

Disamping nilai beli masyarakat lemah,  harga kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan, seperti ikan, telur,beras, gula dan lain nya. Belum lagi sebagian masyarakat rumah nya mengalami kerusakan, binatang ternak banyak yang mati dan hilang.

Sedangkan bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah hanya sebatas bahan sembako, itu pun sangat sedikit, paling yang didapat oleh korban banjir per keluarga, 1 kg beras, 5 butir telur dan 3 buah mie instan. dan itupun tidak semua mendapatkan nya, dengan keterbatasan bantuan tanggap darurat tentu belum memenuhi kebutuhan sehari-hari sampai pulih kembali perekonomian masyarakat korban banjir.

Kita berharap Gubernur Aceh dan Bupati serta Dewan Perwakilan Rakyat baik DPRK, DPRA dan DPR-RI  bukan hanya sekedar memikirkan bantuan darurat dengan mengantarkan secuil bahan sembako, itupun dalam amatan kita hanya beberapa dewan yang peka, dan peduli terhadap korban banjir.
Selain sedikit yang membantu itupun sebagian untuk selfie di kamp pengungsi dan membuat berita pecitraan yang luar biasa,  sehingga nilai ke ikhlasan hilang yang muncul adalah adalah eforia dan membangun pecitraan ditengah musibah.

Yang perlu dipikirkan adalah pasca banjir bagaimana memulihkan ekonomi masyarakat dan mencari sumber anggaran untuk memberikan kompensasi kerugian usaha pertanian masyarakat yang telah hancur diterjang banjir, serta melakukan rehab rekon terhadap infrastruktur publik yang telah rusak.

Selanjut pasca banjir bagaimana melakukan penanganan dampak sosial dan kesehatan yang dialami oleh masyarakat sebagian besar masyarakat mengalami penyakit gatal, karena terendam air.




Post a Comment

Previous Post Next Post