Ribuan Hektar Tanaman Padi Rusak Diterjang Banjir di Kecamatan Madat

Foto : Camat Madat, Muchtaruddin, SE saat meninjau banjir di areal persawahan

Aceh Timur - Tingginya curah hujan selama beberapa hari ribuan hektar tanaman padi milik petani di Kecamatan Madat terendam banjir, kondisi tersebut  petani rugi. Tanaman padi yang baru ditanam disejumlah Desa/Gampong baru berusia 10-25 hari kini telah rusak akibat banjir

Pantau media ini Minggu 06/12 di bebrapa Desa dalam Kecamatan Madat seperti Gampong Blang Awe, Bintah, Lueng Sa, Lueng Peut, Tanjong Minjei, Madat, Blang Ubit, dan sejumlah Desa lain ribuan hektar tanaman padi yang saja ditanam beberapa hari sudah terendam banjir.

Petani kebingungan, untuk menanam kembali tanaman padi yang telah rusak, disamping tidak tersedia bibit cadang, juga tidak memiliki biaya untuk beli bibit baru dan ongkos tanam.

Camat Madat, Muchtaruddin, SE kepada media ini mengatakan ada sekitar Seribu hektar lebih areal persawahan yang telah ditanami padi terendam banjir, yang paling dirasakan kerugian akibat banjir adalah petani.

Kita memperkirakan ada 1000 an  hektar tanaman padi milik petani di Kecamatan Madat yang terendam banjir.  

Pihak nya sudah meminta kepada Keuchik untuk pendataan kerusakan tanaman padi dan data tersebut nantinya  akan laporkan kepada Bupati dan Dinas Pertanian, ujar Muchtaruddin.

Bencana banjir yang yang terjadi di Kabupaten Aceh Timur sejak Jumat 04/12 talah menyebabkan ribuan masyarakat mengungsi, puluhan rumah hancur, beberapa jembatan ambruk dan ribuan hektar tanaman padi rusak serta kerugian lain nya.

Kadis Pertanian Aceh Timur, Ahmadi saat dikonfirmasi media ini mengatakan " Dampak banjir di khusus di Kecamatan Madat bahwa dari hasil pendataan pihak nya dari luas tanam 2,106 ha, dengan hari setelah tanam(HST) 10-25 hari.

Sedangkan yang terkena dampak banjir 1,871 ha, saat ini pihaknya sedang mendata tingkat kerugian, Jelas Ahmadi.(***)

Post a Comment

Previous Post Next Post