Reintegrasi GAM Setelah 15 Tahun Aceh Damai


Salah satu point penting dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang ditanda tangani kedua pihak antara RI -GAM pada tahun 2005 adalah Reintegrasi.

Reintegrasi adalah bagian konsensus yang sangat penting yang harus dilaksanakan, mengingat reintegrasi memiliki peran penting untuk menentukan kelangsungan perdamaian Aceh.

Lalu sejauhmana proses reintegrasi telah berjalan, baik dari sisi pemberdayaan ekonomi, pemulihan, rehabilitasi mental dan transformasi politik para pejuang GAM dalam tatanan Pemerintahan Aceh, sebagai bentuk implimentasi MoU dan UUPA setelah 15 tahun telah berlalu.

Agusta,Cs pernah melakukan penelitian terhadap progres kelangsungan proses reintegrasi sebagai  salah satu implementasi MoU adalah reintegrasi mantan anggota GAM yang dilakukan melalui Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRA). 

Penelitian ini berupaya untuk mengkaji seberapa berhasilkah upaya reintegrasi mantan anggota GAM oleh Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRA). Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek kajian lapangan adalah Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRA) dan tugasnya dalam melaksanakan reintegrasi mantan kombatan GAM. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. 

Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bidang politik, reintegrasi telah berhasil dilaksanakan, terutama dalam hal pendirian partai lokal yang ditunjukkan dengan banyaknya partai lokal yang tumbuh di Aceh, yang juga didirikan oleh mantan anggota GAM, termasuk keberhasilan partai lokal dalam memenangkan beberapa pilkada di Aceh dan pemilihan umum legislatif tahun 2009. 

Kesempatan para mantan kombatan GAM untuk menjadi anggota TNI/POLRI juga terbuka lebar walaupun belum dilaksanakan secara optimal, Dalam hal pemulihan kewarganegaraan, seluruh mantan kombatan GAM telah dipulihkan kewarganegaraanya dan memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. 

Reintegrasi dalam bidang sosial dan ekonomi menunjukkan bahwa rehabilitasi harta publik/personal yang rusak, jaminan sosial (pendidikan, kesehatan, bantuan jatah hidup), pemberian kesempatan kerja kepada kombatan GAM, dan alokasi lahan pertanian kepada kombatan GAM kesemuanya masih menimbulkan banyak permasalahan, baik dalam hal pendataan, pelaksanaan pemberian kompensasi, maupun dalam proses monitoring atau pengawasannya. 

Proses reintegrasi setidaknya telah mampu mengurangi secara drastis pada konflik bersenjata yang sangat menyengsarakan rakyat. Proses reintegrasi ini harus terus berjalan seiring semakin mampunya masyarakat Aceh menangani berbagai persoalannya. Dengan kemajuan proses reintegrasi diharapkan pengurangan intensitas konflik akan semakin drastis, sehingga pembangunan di Aceh dapat lebih ditingkatkan dan akselerasinya dapat ditingkatkan.

Selanjutnya proses kemajuan reintegrasi dapat dilihat interaksi sosial, politik, dan  ekonomi mantan kombatan maupun para petinggi GAM telah berhasil menduduki berbagai peluang dan jabatan di Pemerintahan baik dilingkungan eksekutif dan legislatif dari Tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota dan Desa.

Cukup banyak para kombatan dan Petinggi GAM, pasca damai Aceh menjadi pengusaha sukses, sebagian besar bergerak di bidang rekontruksi  mampu menguasai proyek-proyek pemerintah dari skala kecil dan besar.

Selain itu juga menjadi anggota Dewan baik DPRA dan DPRK, dimana Partai Aceh secara kekuatan berkuasa di Aceh sejak Pileg tahun 2009 dan  Pilkada Aceh tahun 2007 terdapat 16 Kepala Daerah dari Gubernur Aceh hingga 16 Bupati/Walikota yang maju melalui jalur independen maupun Partai Aceh dan koalisi.

Disamping itu juga, para Kombatan(sayap militer)  dan GAM Sipil banyak yang menjadi dan terpilih sebagai kepala Desa/Keuchik, menunjukkan proses reintegrasi berjalan dengan baik, meskipun masih ada beberapa kelemahan yang belum mampu terlaksana dengan baik, dimana mantan Kombatan yang jauh dari kekuasaan dan tidak memiliki kemampuan masih bergelut dalam kondisi belum sejahtra.(***)

Post a Comment

Previous Post Next Post