Nasib Siswa Daerah Terpencil Aceh Timur, Selain Terpaksa Berjuang Deras Air Sungai Harus Berjibaku Lumpur

Siswa SD saat menyebarangi Sungai Untuk Capai Rumah Sekolah

ACEH TIMUR - Jumat (15/91/2021)
- Demi mendapatkan pendidikan, anak-anak pelajar sekolah dasar yang tinggal di kawasan Desa pedalaman dan terpencil terpaksa harus berjuang mengarungi deras sungai untuk mencapai ke rumah sekolah yang berada di desa Seberang seperti yang dilakukan anak-anak dusun Alue Seupui Desa Lubok Pusaka Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara.

Begitulah tantangan dan perjuangan anak-anak yang hidup di  daerah terisolir dan terpencil,  tak ada pilihan lain untuk dapat belajar menjemput masa depan yang lebih baik. 

Tim media yang terdiri dari dua reporter televisi nasional dan wartawan online meliput secara khusus selama dua hari Rabu dan Kamis 13-14/01 mempuh perjalanan yang sangat ektrim disamping harus melalui jalan yang sangat rusak, juga harus menempuh rute perjalanan dengan menggunakan motor boat selama 1 jam, karena tidak bisa dilewati melalui jalan darat,

Liputan ini untuk mengambil dokumentasi dan menggali informasi dari berbagai sumber di desa Sah Raja. Salah yang menarik tim media mendapatkan informasi masih ada anak-anak sekolah harus menyebarangi sungai dengan menggunakan boat untuk sampai ke Sekolah.

Supaya bisa mengambil gambar dan vedeo, kami datang lebih awal dan nginap di Desa Sah Raja Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur. Ke esokan hari nya tepat jam 7,30 WIB kami sudah stand by ditepi sungai, tak lama kemudian melintas satu unit boat ditumpangi sekitar 8 orang siswa tingkat SD merapat ke pinggir sungai.

Saftri(11) Salah satu siswa SD saat di wawancarai mengatakan beginilah kami setiap hari harus menyebarangi sungai untuk bisa sekolah, jika ada yang mengantar dengan boat kami tumpangi boat, jika tidak kami naik sampan mendayung sendiri, ujar nya.

Kami tidak merasa takut lagi, karena sudah biasa, mau tidak mau terpaksa kami jalani agar dapat sekolah. meskipun beresiko jika sewaktu hujan deras dari atas terseret sampan, imbuh nya.

Kami sangat berharap dibangun jembatan agar setiap hari bisa masuk sekolah tepat waktu,

" jika ada jembatan adik-adik kami nanti saat bersekolah tidak lagi menyebrangi sungai seperti kami, harapnya.
Selain anak-anak sekolah SD yang harus mengarungi sungai untuk bisa sekolah, puluhan siswa lain nya tingkat SMP dan SMA yang tinggal di Desa Sah Raja harus berjibaku dengan lumpur disepanjang jalan untuk bisa mencapai ke rumah sekolah.

Melihat kondisi jalan yang rusak parah dan terdapat beberapa titik jalan licin dan terjal sangat berbahaya dilintasi karena bisa mengancam jiwa bila tergelincir. tapi siswa tampak tak peduli walaupun jalan nya sangat rusak bahkan seperti kubangan kerbau, Namun mereka tetap berjuang dengan kondisi jalan rusak akibat hujan, meski tidak sedikit dari mereka terjatuh dan keretanya rusak.

Keuchik Sah Raja, Rajuddin saat diminta tanggapan mengungkapkan  " Beginilah kondisi desa kami, bisa dilihat sendiri bagaimana akses jalan nya, sangat sulit bisa dilewati. Akibat jalan rusak harga barang mahal, harga jual petani anjlok." 

"Terpaksa harus melawati sungai menumpangi boat bila cuaca hujan, sedangkan jalan tidak bisa dilewati.
paling miris bila ada orang sakit dan ibu -ibu yang hendak melahirkan, bisa dibayangkan sendiri bagaimana susah dan menderitanya warga di sini," ujar Rajuddin

Kami sangat berharap Bupati Aceh Timur H. Hasballah M.Thaib, Gubernur Aceh Nova Iriansyah bahkan kami mohon kepada pak Presiden Jokowi untuk memperhatikan nasib  kami di daerah pedalaman. 

"Yang kami sangat butuhkan perbaikan jalan dan jembatan. Jembatan sangat penting untuk menghubungkan Desa Sah Raja dengan Desa Lubok Pusaka, sebab anak-anak Desa Sah Raja sebagian anak-anak Sah Raja sekolah di Desa Lubok Pusaka, bila ada jembatan tersebut akan memudahkan akses bukan hanya masyarakat membawa hasil pertanian tapi juga kelancaran sekolah anak-anak," terang Rajuddin.(**)

Post a Comment

Previous Post Next Post