Sekilas Tentang Sosok Alm Abu Sanusi Panglima GAM Wilayah Peureulak

Informasi Meninggalnya Panglima GAM Wilayah Peureulak Tgk Sanusi Ben Muhammad begitu cepat tersebar baik dari mulut ke mulut maupun dijejaring media sosial(Medsos), berbagai kalangan masyarakat, pejabat Pemerintah, tokoh eks pejuang GAM berdatangan melayat ke rumah duka, baik pada hari pertama meninggal Selasa 29/12 maupun bertakziah sampai hari ini hari kelima. Selain itu ribuan ucapan doa dan duka cita yang didampaikan oleh netizen di Medsos.

Bahkan beberapa Petinggi GAM baik di Aceh seperti Ketua KPA/PA  Muzakkir Manaf, mantan juru bicara GAM di Eropa Zakaria Abdullah, Bupati Aceh Timur H. Hasballah M.Thab , termasuk mantan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar dan beberapa tokoh lain nya secara khusus menyampaikan di media bahwa meninggalnya Abu Sanusi panggilan akrab Tgk Sanusi merasa sangat kehilangan terutama dalam jamaah Gerakan Aceh Merdeka.

Sebagian tentu telah mengenal secara dekat siapa sosok Abu Sanusi, terutama riwayat perjuangan nya dalam Gerakan Aceh Merdeka, selain pejuang angkatan pertama tahun 76 saat Wali Nanggroe DR. Teungku Hasan Ben Muhammad di Tiro, yang juga President Acheh Sumatra National Libration Front(ASNLF) mendeklararasikan Aceh Merdeka di Gunung Halimun Pidie tahun 1976.

Abu Sanusi adalah sebagai Panglima GAM Wilayah Peureulak yang ke 3 Setelah DR. Zubir dan Tgk Muhammad.

Pada saat Aceh diterapkan Daerah Operasi  Militer(DOM), Abu Sanusi salah satu tokoh GAM yang paling uber oleh aparat keamanan terutama pasukan kopassus pada tahun 1990. Namun Abu Sanusi selamat dari beberapa kali disergap, 

Lolos nya Abu Sanusi dari sergapan menurut cerita dari sesepuh GAM Peureulak yang sering mendapinginya, bahkwa Abu Sanusi memiliki kelebihan atau hikmah, sehingga aparat keamanan tidak melihatnya padahal tidak jauh tempat persembunyian dari rumahnya. Hal ini tak terlepas beliu sosok yang alim taat beribadah, meskipun dalam persembunyian dihutan namun tak pernah meninggalkan shalat, dan waktunya lebih banyak menghabiskan untuk berzikir, sehingga Allah SWT melindungi Abu Sanusi dari beberapa kali terjebak dalam sergapan dan pertempuran.

Bahkan beliau melarang terhadap pasukan nya untuk mengambil makanan atau buah-buahan dikebun masyarakat jika tidak meminta izin kepada pemilik nya meskipun dalam kondisi lapar.

Abu Sanusi sosok Pejuang yang berprinsip dan konsisten dalam perjuangannya, hal ini membuat dirinya semakin dihormati dan disegani. Selain itu sangat menjaga perasaan orang lain, sikap nya yang tidak banyak bicara dan bijak dalam menyelesaikan masalah, termasuk persoalan yang dihadapinya sendiri terutama saat diganti dari posisi Panglima Wilayah dan  Ketua Partai Aceh Kabupaten Timur.

Pasca Perdamaian MoU Helsinki tahun 2005, berakhirnya konflik antara RI-GAM, pengaruh Abu Sanusi sangat besar, terutama bagi  mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, serta Wagub Muhammad Nazar, saat pilkada tahun 2007, Abu Sanusi mendukung secara penuh pasangan IRNA(Irwandi - Nazar), padahal Para petinggi GAM Wali Nanggroe Malik Mahmud, Muzakir Manaf,  termasuk GAM Eks Tripoli mendukung Padangan Gubernur Humam Hamid - Hasbi(H2O). bahkan satunya -stunya Panglima Wilayah yang terang-terangan menyatakan dukungan terhadap IRNA. 

Meskipun berbeda arah politik dalam Pilkada 2007, saat pendirian Partai Lokal(Parlok) atau Partai Aceh, Abu Sanusi terpilih sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur, Namun tahun 2011 Abu Sanusi diganti.sebagai Ketua Partai, sehingga dirinya tidak lagi menjabat sebagai Ketua PA dan Panglima Wilayah.

Kemudian Abu Sanusi didapuk sebagai penasehat Partai Nanggroe Aceh(PNA) dibawah pimpinan Irwandi Yusuf, termasuk pada Pemilihan Gubernur Tahun 2017 Abu Sanusi berada dibarisan pasangan Irwandi-Nova Iriansyah.(***)


Post a Comment

Previous Post Next Post