Terinspirasi Syeik Ali Jabir ASN Aceh Utara Buka Tahfiz Quran, Kini Sudah Capai 1,500 Santri

T.Muhammad saat mengajarkan hafiz qurqn kepada santri

ACEH UTARA - Senin (08/02/2021)
Berawal dari keprihatinan melihat banyak anak-anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu yang tidak tersentuh pendidikan, terutama terhadap pendidikan agama, sehari-hari sibuk bermain di persawahan, lapangan bola, kaki lima, bahkan pada malam hari banyak anak-anak terlena bermain game. Selain  kurang nya perhatian dari keluarga ada juga anak-anak yang  berminat untuk belajar tapi karena keterbatasan kemampuan ekonomi orang tua nya sehingga minat belajar anak -anak tersebut pupus ditengah jalan.

Melihat kondisi tersebut membuat hati Teuku Muhammad seorang guru bahasa inggris SMA Neg 1 Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara terenyuh dan berpikir untuk bisa melakukan sesuatu  menyelamatkan generasi Aceh dan generasi umat islam. 

Pemilik nama lengkap.Teuk Muhammad Bin T.M.Nurdin yang dulu akrap dipanggil Mr.Memet menemukan sebuah gagasan yang terinspirasi dari sosok Ulama kharismatik alm Syeik Ali Jabier untuk mendirikan Pusat Tahfiz Qur'an dengan pola metode care family yaitu dengan cara menggugah kepedulian keluarga.

Akhirnya pada awal tahun 2020, T.Muhammad membuka Pusat Tahfidzul Quran untuk tingkat dasar anak usia 5-12 tahun di bawah naungan Yayasan Lambang Bangsa(YLB) yang pertama kali dipusatkan belajar di bekas Kantor PU di Alue Bili Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Alhamdulillah setelah beberapa bulan membuka lokal tahfiz quran banyak anak -anak.yang berminat bukan hanya dari kalangan anak yatim, piatu, anak keluarga kurang mampu saja tapi termasuk anak-anak dari keluarga mampu pun mendaftar supaya anaknya bisa ikut belajar tahfiz quran, ujar T.Muhammad.

T.Muhammad menjelaskan "Saat ini kita sudah membuka 12 titik/lokal yang tersebar di beberapa daerah  di antaranya Panton Labu, Langkahan, Lhoksukon, Lhokseumawe dengan jumlah mencapai 1,500 santri, kedepan kita merencanakan membuka beberapa lokal lagi baik di Langsa, Peureulak Aceh Timur, Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Semua biaya gratis, tidak ada pengutipan sepeserpun dari santri, baik untuk alquran, baju, peci dan lain nya, sebut pria kelahiran Panton Labu tahun 1985.

Sedangkan sumber biaya untuk kegiatan tahfiz Quran dibantu dari para dermawan baik dari Aceh maupun dari beberapa negara seperti Malaysia, Norwegia, Denmark, Belanda, Jepang, Swiss, Singapure dan Kanada.

Kepiawaian nya dalam bahasa inggris dan pernah belajar di Steemchool, sebuah platform media sosial global memudahkan baginya untuk membangun relasi untuk menggalang donasi diluar negeri, tutur T.Muhammad.(***)

Post a Comment

Previous Post Next Post