Kegiatan Prepare Medco Diminta Utamakan Keselamatan Manusia dan Lingkungan

M.Irwandi, Tokoh Masyarakat Indra Makmue

ACEH TIMUR - Sabtu (13/03/2021)
Perusahaan Minyak dan Gas PT.Medco E&P Malaka Blok A yang beroperasional di Blang Nisam Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur, kembali menjadi sorotan publik dan masyarakat lingkar tambang, pasalnya dengan akan di laksanakan kegiatan prepare pada sumur gas Alue Siwah dengan metode Acid Fracturing.

Tokoh masyarakat indra makmu,M. Irwandi minta kepada pihak PT.Medco Malaka lebih transparan terkait sosialisasi kegiatan seperti acid fracturing di sumur gas produktif Alue Siwah, di karenakan kegiatan tersebut berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat serta berdampak pada lingkungan hidup sekitar kegiatan proyek.

Apalagi menurut Ustat Wandi sapaan akrab M.Irwandi "sumur gas Alue Siwah diduga mengandung H2S yang  memiliki resiko tinggi bagi kesehatan manusia, walaupun kita percaya secara tekhnis kegiatan proyek dikerjakan secara profesional dan pertimbangan yg matang. Namun eror human atau eror machine juga menjadi perhatian dan kekhawatiran kita, 

Lanjut Ustat Wandi, Kekhawatiran  tersebut bukan tidak beralasan, mengingat masyarakat sekitar proyek gas Medco sudah mengalami mencium bau tidak sedap dari operasional  pada tahun 2019 silam, dengan endingnya harus menurunkan tim peneliti dari IPB Bogor, ujarnya 

Ustat Wandi juga menegaskan "Sebagai perusahaan publik kami mendesak PT.Medco E&P Malaka lebih intens melakukan sosialisasi terbuka terkait kegiatan yang mengandung resiko, jadi tidak seperti kegiatan sosialisasi yg sepengetahuan kami sudah di lakukan di desa Jambo Balee dan Alue Ie Mirah dengan mengabungkan kegiatan sosial amal (charity) santunan anak yatim dengan sosialisasi pekerjaan proyek acid fracturing.

Kami menilai bahwa ini  dua kegiatan berbeda, semestinya terpisah mengingat medco adalah perusahan yang berkomitmen pada sustinable development pada ke pedulian pada keberlangsungan lingkungan hidup sangat penting untuk mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja, 

"Sungguh ironi jika ada pekerjaan yang mesti di buka pada publik dilaksanakan terkesan asal-asalan dengan mengejar jam tayang yang penting ada, namun tidak memperlihatkan aspek daya guna dan manfaat sosialisasi tersebut, tandas Ustat Wandi.

Oleh karenanya kami mendesak BPMA selaku regulator agar dapat meningkatkan fungsi control. kegiatan eksploitasi serta eksplorasi sumber daya alam Aceh, terutama operasional blok A  Aceh Timur benar benar dapat bermanfaat bagi rakyat dan dapat menumbuhkan peningkatan perekonomian masyarakat lingkar tambang, tutup Ustat Wandi dalan rilisnya.(***)

Post a Comment

Previous Post Next Post