Benarkah Jin Terikat Rantai Pada Saat Datang Bulan Puasa ?

Foto Ilustrasi

Kita sering mendengar bahwa setiap datang bulan suci ramadhan para bangsa jin atau sejenisnya akan terikat atau dirantai tubuhnya sehingga tidak bisa bergerak leluasa untuk menggoda manusia.

Untuk memastikan bahwa jin akan dirantai pada bulan suci ramadhan tentu kita manusia punya keterbatasan tidak bisa melihat secara langsung, hanya sebuah keyakinan yang membenarkan hak tersebut.

Namun perlu dipahami yang dimaksud bangsa jin akan diikat dengan rantai pada bulan puasa, bukan seperti dibayangkan seperti manusia yang diborgol atau dirantai seperti orang gila. hakikat makhluk jin dirantai/terikat pada bulan puasa bahwa hanya sebagai istilah atau tamsilan yang memiliki makna secara lebih luas harus dipahami secara makrifat.

Yang dimaksud terikat dengan rantai bahwa bangsa jin atau sejenisnya seperti iblis, siluman dan lain nya pada saat bulan puasa tidak bisa bergerak bebas seperti bulan-bulan lain nya, disebabkan bangsa jin berasakan hawa ibadah umat islam yang begitu kuat dan dahsyat sehingga kekuatan ibadah yang dilakukan mulai dari ibadah puasa, shalat taraweh berjamaah, tadarus dan tingkat ibadah lainya telah melumpuhkan kekuatan jin atau iblis.

Energi atau hikmah ibadah puasa dan lain nya melahirkan sebuah kekuatan yang maha dahsyat sehingga membuat para makhluk jin seperti terbelenggu, kuping nya panas mendengar suara bacaan alquran(tadarus), zikir setiap malam hari. Begitu juga manusia dalam keadaan berpuasa sehingga jin tidak bisa mendekati manusia dalam keadaan beribadah dan tidak bisa melahab makanan dari orang yang sedang berbuka puasa disebabkan setiap manusia yang berpuasa akan berbuka selalu membacakan basmallah dan doa.

Sementara Manusia yang tidak berpuasa dan beribadah saat bulan puasa akan menjadi sasaran empuk para jin, karena bisa bebas dan leluasa menggoda dan menguasai pikiran sehingga prilaku  manusia yang tidak berpuasa semakin terlena dengan duniawi. 

Dalam sebuah hadist yang artinya, “Ketika masuk bulan Ramadlan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup,” (HR Bukhari dan Muslim).

Secara konstekstual bahwa sifat -sifat syetan(perangai jahat) yang ada pada diri manusia secara perlahan-lahan hilang disebabkan tingkat amal ibadah dalam bulan puasa berbeda denga lain nya, dimana nafsu manusia lebih terkendali, inilah bagian dari salah satu keberkahan bulan ramadhan.
Wallahu aklam bissawab



Post a Comment

Previous Post Next Post