Warga Seuneubok Saboh Nilai Tudingan Terhadap Keuchik Selewengkan DD Tak Mendasar

Puluhan WargaGampong Sebeubok Saboh Gelar Rapat Umum di Meunasah 

ACEH TIMUR - Minggu 11/04/2021
Keuchik Gampong Saboh Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur dituding terindikasi korupsi dan penyelewengan  terhadap Dana Desa(DD) sejak tahun 2017 sebagaimana dilansir salah satu media daring Kamis 07/04. yang menyebutkan bahwa Keuchik tidak transparan, bahkan  tidak  pernah melaksanakan rapat umum menyampaikan laporan realisasi pertanggungjawaban serta beberapa item kegiatan tidak dilaksanakan seperti biaya pembinaan PAUD, plat beton, dan kegiatan pembangunan jalan.

Beberapa awak media Sabtu 10/04 mendatangi Desa Seunebok Saboh untuk menelusuri dan menggali  informasi terkait tudingan yang dialamatkan kepada Keuchik M.Nasir. Kebetulan pada saat awak media  tiba di Desa Seuneubok, sekitar 100 warga sedang berkumpul di Meunasah atau Balai Desa sedang rapat umum, rapat tersebut salah satu pembahasan terkait berita yang menuding Keuchik melakukan dugaan korupsi dan penyelewengan DD.

Ketua Tuha Peut Gampong(TPG) Abdul Hadi membenarkan bahwa masyarakat beserta keuchik, perangkat Desa, anggota TPG sedang melaksanakan umum salah satu pembahasan terkait  tudingan terhadap Keuchik. Kita masyarakat perlu mensikapi terhadap berita miring tersebut agar tidak menimbulkan fitnah dan bisa berdampak pada ketertiban dan keamanan masyarakat(Kamtibmas).

Menurut Abdul Hadi "apa yang diberitakan di media yang menuding keuchik terindikasi korupsi dan selewengkan DD itu tidak benar dan tak mendasar, setahui kami setiap tahun Keuchik selalu mengadakan rapat baik rapat tentang Musrenbang, rapat realisasi pertanggung Jawaban maupun rapat lain nya. jelasnya

Mungkin yang menuding tersebut tidak pernah hadir saat rapat, ujar salah seorang warga.

Berdasarkan fungsi pengawasan yang di TPG, kami tidak menemukan kejanggalan, semua kegiatan terealiasasi dengan baik. meskipun ada kekurangan-kekurangan sedikit, itu hal  suatu hal yang lumrah. jelasnya.

Iskandar Tokoh masyarakat setempat juga sangat menyayangkan berita miring tersebut, soal nya selama ini tidak ada masalah, Keuchik selama ini cukup transparan, bahkan M.Nasir keuchik terpilih yang kedua kali nya sejak pemilihan tahun 2019 lalu.

Sementara Keuchik M.Nasir membatah secara keras terhadap berita yang menyudutkan dirinya, berita tersebut dinaikkan karena marah karena di minta uang sebesar Rp. 10 juta tidak saya berikan. 

M.Nasir mengatajan Saya simpan screnshot wa dia, sebagai bukti pemerasan, ujarnya

Sebenarnya ini bentuk pemerasan, karena yang bersangkutan selain warganya juga sebagai wartawan, beber M.Nasir.(***)











Post a Comment

Previous Post Next Post